PEREMPUAN KELUAR RUMAH! BANGUN ORGANISASI dan GERAKAN PEREMPUAN LAWAN PATRIARKI dan KAPITALISME untuk KESETARAAN dan KESEJAHTERAAN

03 Mei 2010


Pernyataan Sikap: “Mengecam Tindakan Represif Polisi yang Membubarkan Aksi dan Menangkap Aktivis Gerakan Pro Demokrasi Sumut


Lawan Pemerintahan Agen Kapitalisme SBY-Budiono!
Ayo Bangun Persatuan Rakyat yang Mandiri!

Salam Kesetaraan dan Pembebasan Rakyat,

Kami mengecam tindakan anti demokrasi yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian Medan terhadap aksi buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pro Demokrasi Sumatera Utara berupa pembubaran aksi dan penangkapan. Ini adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia dimana rakyat dilarang untuk berpendapat dengan bebas.

Apa yang dilakukan oleh Gerakan Pro Demokrasi Sumatera Utara adalah salah satu upaya perlawanan kepada pemerintah karena selama ini hak-hak dan kesejahteraan kaum buruh dan rakyat miskin tidak diperhatikan oleh pemerintah. Keinginan mereka untuk bertemu dengan gubernur dan anggota parlemen diabaikan bahkan mereka diusir secara paksa. Ini adalah bukti bahwa pemerintah tidak becus mengurusi urusan rakyat miskin dan anti demokrasi.

Kegagalan pemerintahan Agen Kapitalisme SBY-Budiono dalam menyejahterakan kaum buruh dan rakyat miskin menuai perlawanan dimana-mana. Aksi-aksi perlawanan bukan terjadi pada tanggal 1 Mei, tetapi hampir setiap hari dimana-mana rakyat melawan.

Kami dari organisasi Perempuan Mahardhika mendukung sepenuh-penuhnya perlawanan-perlawanan rakyat melawan pemerintahan agen kapitalisme SBY-Budiono, parpol dan elit-elit politik penipu rakyat. Tetapi perlawanan ini akan sulit menang kalau masih sendiri-sendiri, saat ini dibutuhkan persatuan dari semua unsur dan organisasi gerakan untuk melawan dan menggantikan pemerintahan borjuasi dengan pemerintahan persatuan rakyat.

Kami mengajak dan menyerukan kepada semua organisasi gerakan untuk membangun persatuan persatuan melawan musuh-musuh rakyat dan kaum perempuan (Pemerintah agen penjajah asing, sisa orde baru, tentara & milisi sipil reaksioner dan reformis gadungan) untuk mewujudkan Jalan Keluar Penindasan Rayat dan Perempuan Indonesia:
1. Industrialisasi Nasional oleh dan untuk Rakyat
2. Pemusatan Pembiayaan dalam Negeri untuk industri nasional dan kebutuhan darurat rakyat & kaum perempuan
(tolak bayar utang hingga rakyat sejahtera; nasionalisasi industri dan perbankan vital di bawah kontrol rakyat; sita harta koruptor dari Soeharto hingga saat ini; pajak bagi transaksi spekulasi, dll)
3. Membangun organisasi dan Pergerakan Perempuan untuk Kekuasaan Rakyat yang setara Jender
4. Membangun Kebudayaan Baru yang Maju, Produktif, Modern dan Feminis


Perempuan Keluar Rumah!
Lawan Kapitalisme, Berjuang untuk Kesejahteraan dan Kesetaraan
Ganti Pemerintahan Kapitalis SBY-Boediono; Tinggalkan Elit-elit Politik Busuk
Bersatu, Bentuk Pemerintahan Persatuan Rakyat Miskin

Jakarta, 3 Mei 2010
Komite Nasional
PEREMPUAN MAHARDHIKA


Sharina
Ketua

Dian Novita
Sekretaris

Tidak ada komentar:

Posting Komentar