PEREMPUAN KELUAR RUMAH! BANGUN ORGANISASI dan GERAKAN PEREMPUAN LAWAN PATRIARKI dan KAPITALISME untuk KESETARAAN dan KESEJAHTERAAN

11 Januari 2011

Apa itu Sekolah Feminis untuk Kaum Muda?

Sekolah Feminis untuk Kaum Muda merupakan salah satu program penyadaran berperspektif gender yang telah menjadi brand Perempuan Mahardhika secara Nasional. program ini telah kami jalankan selama 2 periode di Yogyakarta dengan penyempurnaan yang semakin kreatif untuk mampu menjangkau kaum muda sebagai tenaga penggerak perubahan masyarakat. Memasuki tahun ketiga, kami semakin memiliki kepercayaan diri untuk meluaskan kampanye pembebasan perempuan, sehingga jangkauan kota sasaran pun kami lebarkan, meliputi Yogyakarta, Ternate dan Makassar.

Apa keistimewaan Sekolah Feminis untuk Kaum Muda periode III ?
Selain akan meluaskan pelaksanaan sekolah ketiga kota sasaran di Indonesia, keistimewaan Sekolah Feminis untuk Kaum Muda periode III adalah metode belajar kelas yang menarik, kreatif, youthfriendly dan pastinya seru banget. Peserta juga akan dibekali dengan keterampilan khusus dalam tahapan outclass agar kaum muda yang terlibat dalam Sekolah ini mempunyai kemampuan untuk mengaplikasikan ilmunya dalam bentuk kreasi alat propaganda bagi pembebasan perempuan.
Bosan dengan teori mlulu? Di Sekolah Feminis untuk Kaum Muda, kamu tidak hanya diajak untuk mengenal teori di dalam kelas, namun juga akan membekalimu dengan kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah kamu dapatkan dalam bentuk kreasi alat propaganda bagi pembebasan perempuan. Hebatnya lagi, setelah pelaksanaan kelas dan outclass, kamu akan diberi kesempatan untuk bersantai dan bermain dnegan peserta yang lain di sesi Outbound. Seru kan?

22 Desember 2010

Pernyataan Sikap Hari Ibu


Pernyataan Sikap
Hari Ibu Nasional
Pemerintahan SBY-Budiono, Parlemen, dan Partai-Partai Politik Gagal!
Perempuan Bersatu Bangun Organisasi Gerakan Perempuan dan Persatuan Gerakan Rakyat!

Sudah 82 tahun sejak Kongres Wanita Pertama diberlangsungkan di Yogyakarta, atau sudah 51 tahun sejak Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden No.316 Tahun 1959 tentang penetapan Hari Ibu Nasional pada tanggal 22 Desember. Selama itu pula tidak terdapat perubahan yang signifikan terhadap kondisi perempuan di Indonesia. Kongres Wanita Pertama yang lebih banyak mengandung pembahasan politik, tuntutan kemerdekaan, dan perjuangan perempuan menuntut hak-haknya justru diputarbalikan faktanya pada Era Orde Baru. Pada Massa pemerintahan orde baru Soeharto, nilai-nilai perjuangan perempuan diberangus, dan perempuan kembali di domestifikasikan dibawah tekanan paham Ibuisme. Organisasi-organisasi perempuan yang dibangun adalah organisasi istri seperti Dharmawanita, Bhayangkari dll, yang fungsi dan posisi strukturnya sesuai dengan posisi jabatan Suami. Semua organisasi perempuan harus dibawah kontrol pemerintah, tidak lagi berbicara tentang politik, tentang hak perempuan, apalagi dengan lugas mengkritisi kebijakan pemerintah.

10 Desember 2010

Pernyataan Sikap Peringatan Hari HAM Internasional

 Komite Nasional

Perempuan Mahardhika

Sekretarian: Jalan Tebet Timur Dalam III J No 1 B Jakarta Selatan
Tel/Fax: 02183790348, email: mahardhika.kita@gmail.com


Pernyataan Sikap
Peringatan Hari HAM Internasional
Pemerintahan SBY-Budiono, Elit Politik dan Partai-Partai Politik  Anti Demokrasi !
Ayo Bangun Persatuan Gerakan Rakyat dan Perempuan untuk Melawan Represi Negara!

Kami mengutuk keras tindakan polisi yang melakukan penembakan terhadap 12 mahasiswa yang melakukan demonstrasi anti korupsi di Makassar pada tanggal 9 Desember 2010. Penembakan tersebut menambah sederetan tindakan anti demokrasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian, tentara ataupun milisi sipil reaksioner dalam pemerintahan SBY –Budiono terhadap gerakan dan rakyat Indonesia.
Kasus-Kasus Pelanggaran HAM Berat Di Masa Lalu: Jangan Dilupakan
Naiknya Soeharto ke tampuk pemerintahan pada tahun 1965 mengorbankan kurang lebih 2-3 juta rakyat Indonesia yang dibunuh dan ribuan lainnya diculik, disiksa, diperkosa, dilecehkan dan dipenjarakan tanpa pengadilan –laki-laki dan perempuan—terhadap anggota atau mereka yang diduga sebagai anggota Partai Komunis Indonesia.

04 Desember 2010

PEMOGOKAN di KBN CAKUNG, Jakarta Utara


Mahardhika News-Jakarta, Dari belasan menjadi ribuan—buruh tumpah ruah di Kawasan Berikat Nusantara, Cakung, Jakarta Utara, melakukan pemogokan.
Buruh KBN Tuntut UMP DKI 2011 Rp. 1,4 Juta.
Cakung, Jakarta Utara (03/12/2010)
Pagi, 05:30 WIB, di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Utara, belasan orang aktifis buruh dari Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP-PPBI) dengan dukungan dari aktifis mahasiswa (Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) dan organisasi perempuan (Perempuan Mahardhika) menggelar orasi-orasi untuk mengajak para buruh melakukan demonstrasi menuntut upah Rp. 1,4 Juta.