PEREMPUAN KELUAR RUMAH! BANGUN ORGANISASI dan GERAKAN PEREMPUAN LAWAN PATRIARKI dan KAPITALISME untuk KESETARAAN dan KESEJAHTERAAN

01 Desember 2010

Pemogokan di KBN Cakung

Mahardhika News - Jakarta, Pemogokan di KBN cakung oleh berbagai serikat Buruh DKI salah satunya adalah Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP),pada hari Kamis (25/11/10).
Penutupan gerbang belakang KBN Cakung tersebut tidak serta merta terjadi. Sekitar pukul 06.00 pagi, baru terdapat 20 buruh anggota serikat-serikat buruh di KBN Cakung yang berkumpul di gerbang belakang KBN. Setelah mengumpulkan keberanian, ke dua puluh buruh tersebut berani menutup gerbang belakang KBN secara bersama-sama. Belasan ribu buruh pun terjebak di luar. Awalnya, buruh-buruh di luar gerbang bahkan sempat meloncati pagar kawat di samping gerbang KBN Cakung agar bisa tetap masuk kerja. Akan tetapi, setelah beberapa aktivis serikat buruh berorasi dan menjelaskan kepada buruh bahwa pemblokiran KBN dilakukan untuk melibatkan kawan-kawan buruh dalam perjuangan menuntut upah layak sesuai KHL (UMP DKI hanya ditetapkan sebesar Rp 1.196.269 padahal KHL ditetapkan Rp 1.400.000), buruh-buruh di luar berhenti meloncati gerbang. Selama 2,5 jam gerbang belakang KBN Cakung ditutup dan selama itu pula beberapa aktivis buruh berorasi di atas tembok gerbang belakang KBN. Hingga pukul 09.00 WIB, pintu gerbang belakang KBN Cakung dibuka dan belasan buruh tersebut berhamburan masuk ke dalam kawasan KBN Cakung untuk melakukan sweeping terhadap pabrik-pabrik yang masih beroperasi. Sementara di pintu gerbang depan KBN Cakung, ratusan buruh menghadang mobil-mobil angkutan yang ditumpangi buruh dan menurunkan buruh-buruh di dalam mobil angkutan. Dengan dipimpin oleh mobil komando, ratusan buruh siap menghadang mobil angkutan yang membawa buruh masuk kerja.

07 Oktober 2010

PERSOALAN DI BALIK WACANA TES KEPERAWANAN SISWA DI JAMBI


Belakangan ini, merebak wacana kontroversial di Jambi terkait usulan salah satu anggota DPRD untuk memberlakukan tes keperawanan dalam proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) di sekolah negeri. Usulan tersebut pertama kali di lontarkan oleh seorang politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang menjabat di komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi bernama Bambang Bayu Suseno. Menurut Bambang, usulan tes keperawanan bagi siswa perempuan yang akan melanjutkan ke sekolah negeri di latarbelakangi oleh keprihatinannya terhadap realita pergaulan bebas di kalangan anak muda. “ada fenomena longgarnya pengawasan orang tua. Kemudian pendidikan agama minim. Wacana ini kami gulirkan berangkat dari kegelisahan itu.” Ungkap bambang beberapa waktu lalu.

28 September 2010

PERNYATAAN SIKAP DUKUNGAN TERHADAP PENYELENGGARAAN FESTIVAL Q FILM DI INDONESIA


Pelarangan terhadap penyelenggaraan festival film internasional yang mengusung isu tentang LGBTIQ dan persoalan gender oleh Front Pembela Islam (FPI) merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan merupakan tindakan yang mengancam penegakkan demokrasi di Indonesia. Sejak reformasi tahun 1998, penegakkan demokrasi di Indonesia terus mengalami kemunduran. Ancaman terhadap kebebasan berserikat, kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat, kebebasan beribadah dari kalangan milisi sipil reaksioner dengan mengatasnamakan “pemberantasan maksiat ” semakin gencar terjadi. Pengontrolan terhadap kebebasan orientasi seksual masyarakat melalui pengkonstruksian heteronormativitas melalui elemen-elemen masyarakat dengan tegas telah mengebiri hak kaum LGBTIQ sebagai bagian dari entitas masyarakat yang harus diakui keberadaannya. 

PENYERANGAN FPI TERHADAP FESTIVAL Q!FILM, BENTUK KEMUNDURAN DEMOKRASI DI INDONESIA

(Mahardhika.News) tindakan represivitas yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) kembali terjadi. Kini menimpa festival film internasional LGBTIQ yang diselenggarakan di tiga kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya. Aksi demonstrasi FPI yang terjadi di jakarta ini telah mengakibatkan pembatalan jadwal pemutaran film di Centre Culturel Francais, Japan Foundation dan Goethe Institute tanggal 28 September 2010. Meski demikian, Festival film yang bertujuan untuk mengkampanyekan hak asasi kaum LGBTIQ dan penyebaran HIV/AIDS ini akan tetap diselenggarakan.

24 September 2010

Perlawanan Buruh Perempuan PT. SAI Apparel di Semarang


(Mahardhika News). Pelanggaran terhadap hak buruh kembali terjadi. Kali ini menerpa 9000 buruh perempuan dari PT. SAI Apparel yang berkedudukan di Jalan Brigjen Sudiarto, Semarang. Pelanggaran janji dari pihak perusahaan yang akan membayarkan gaji dan THR pada tanggal 6 Agustus 2010 menuai kemarahan dari para Buruh perempuan yang selanjutnya mengekspresikan tuntutan mereka dengan menggelar aksi pada tanggal 8 Agustus 2010, di kawasan pabrik Apparel.
Pembayaran sejumlah Rp. 750.000/Buruh ditambah dengan uang lembur dan Tunjangan Hari Raya (THR) selama dua minggu ini ditunda pembayarannya oleh pihak perusahaan dengan alasan tidak mempunyai anggaran untuk pembayaran tersebut.